17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang di Periksa Polisi.

Publik di Minta Percayakan Masalah ISIS pada Negara
February 25, 2020
Augustinus Judianto Divonis Bebas
February 27, 2020

Polisi telah memeriksa sebanyak 17 orang saksi dalam proses penyelidikan  temuan limbah radio aktif jenis Cs 137 di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Brigjen (Pol) Argo YuwonoKepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri  menjelaskan, pihak yang diperiksa adalah termasuk pegawai Badan Pengawas Tenaga Nuklir ( Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). “Saksi sudah mencapai 17 orang yang diperiksa, yang meliputi warga disekitar, pegawai Batan, dan pegawai Bapeten,” jelas Argo. Polisi baru memeriksa tujuh saksi dalam penyelidikan tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyita lima (5) kemasan plastik berisi serpihan zat radioaktif jenis Cs 137 dari rumah milik warga yang ber inisial “SM” di perumahan tersebut. Polisi telah menggeledah dan juga telah menyegel rumah tersebut .

Zat tersebut lalu dimasukan ke dalam wadah dan dititipkan ke Badan Tenaga Nuklir (Batan). Polisi juga telah menyita sejumlah data lainnya dari rumah tersebut. “Penyitaan terhadap satu bundel data timah ts 208, satu bundel data timah ts 209, serta botol penyimpanan radio aktif cs 137,” tutur dia. Baca juga: Selidiki Temuan Radioaktif, Polisi menggeledah Rumah di Perumahan Batan Indah Saat ini, polisi bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam menyelidiki penyebab keberadaan limbah radioaktif di daerah tersebut. Aparat kepolisian yang menyelidiki terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Selatan, Puslabfor Polri, Tim Gegana Brimob, dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Kombes Pol Asep Saputra Kepala Bagian Penerangan Umum Polri  mengatakan,  Bareskrim telah mengambil sejumlah sampel dari lokasi tersebut. “Direktorat Tindak Pidana Tertentu dari Bareskrim, berdasarkan hasil olah TKP kemarin, telah mengamankan sampel, termasuk tanah, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap bahan-bahan tersebut dan juga penyebab mengapa daerah tersebut terpapar radioaktif jenis Cs 137,” kata Kombes Pol Asep di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Penemuan radiasi nuklir itu bermula pada akhir bulan Januari lalu saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru saja dibeli. ketika alat itu dibawa ke kompleks Perumahan Batan Indah, nampak indikasi adanya radiasi di lokasi itu. Di kawasan Serpong memang terdapat reaktor nuklir ber skala kecil. Anehnya, di sekitar reaktor itu tidak ada indikasi radiasi. Indikasi radiasi justru muncul di perumahan warga yang terletak 3 km dari lokasi reaktor. Bapeten akhirnya menemukan benda-benda yag terkubur, disebuah tanah kosong di sela-sela rumah penduduk Perumahan Batan Indah, dan benda-benda tersebut pernah berhubungan dengan produk nuklir .

Sumber: .kompas.com

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang.