Augustinus Judianto Divonis Bebas

17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang di Periksa Polisi.
February 26, 2020
Penjelasan LPDB KUMKM soal Digitalisasi Tata Kelola Dana Bergulir
March 6, 2020

Augustinus Judianto terdakwa terduga korupsi kredit modal Bank Sumsel Babel (BSB), hari ini Kamis (27/2/2020), akhirnya menerima vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang. Majelis hakim yang diketuai Erma Suharti, dalam amar putusannya, bahwa perbuatan terdakwa Ir Augustinus Judianto meskipun terbukti sebagaimana dalam dakwaan pasal primer. Akan tetapi hal tersebut bukanlah perbuatan pidana. “Untuk itu terdakwa dilepaskan dari tuntutan hukum terhadapnya, membebaskan terdakwa dari tahanan dan memulihkan harkat serta martabat terdakwa,” jelas hakim yang langsung dilanjutkan mengetok palu tanda sahnya putusan.

Sesaat setelah mendengar putusan hakim tersebut, Terdakwa Ir Augustinus Judianto yang duduk di kursi pesakitan seketika langsung memejamkan mata seraya menundukkan kepalanya. Lalu Ia tak kuasa menahan tangis dan langsung menarik nafas panjang tanda kelegaan di dalam persidangan. Begitupun setelah persidangan usai, Ir Augustinus Judianto langsung mendekat ke istri maupun anaknya yang tidak pernah absen selalu hadir selama  persidangan. Tangis bahagia yang bercampur haru terlihat dari keluarga tersebut, mereka langsung berpelukan satu sama lain di ruang sidang. Tapi,  Ir Augustinus Judianto maupun keluarganya menolak untuk berkomentar pada awak media.

Kuasa hukum Augustinus Judianto, M. Ridwan mengatakan vonis hakim terhadap kliennya merupakan suatu putusan yang tepat. Sebab menurut Ridwan,  ini merupakan kasus ranah perdata bukan ranah pidana sebagaimana yang selama ini telah dijeratkan terhadap kliennya. “Karena klien kami (Augustinus Judianto merupakan komisaris direktur PT. Gatramas Internusa) hanya menandatangi kontrak dan itu adalah perbuatan perdata yang juga sudah diselesaikan termasuk oleh pihak BSB. Jadi tidak bisa persalahkan secara pidana,” Jelas Ridwan. Tapi pihaknya masih mengajukan pikir-pikir pada putusan hakim. “Karena kami masih akan mengkritisi putusan hakim. Sebab ada beberapa petikan putusan yang kami nilai tidak tepat,” tegas Ridwan.

JPU Kejati Sumsel yang sebelumnya telah menuntut Ir. Augustinus Judianto dengan hukuman penjara selama 12 tahun. Tidak hanya disitu jaksa juga menuntut agar terdakwa diwajibkan membayar ganti rugi kerugian yang dialami negara sebesar Rp.13,2 Miliar bila tidak dibayarkan maka harus diganti enam (6) tahun kurungan penjara. Dalam petikan tuntutan yang dibacakan, terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan sebagaimana diubah dengan UUD nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UUD nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Saat ditemui terpisah, Emir Ardiansyah JPU Kejati Sumsel, yang didampingi Agusten Imanuddin menjelaskan pihaknya masih mengajukan pikir-pikir selama 7 hari ke depan atas putusan hakim dalam perkara ini. “Meskipun Pasal 2 tindak pidana korupsi telah terpenuhi. Namun hakim berpendapat terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan. Artinya perbuatan terdakwa terbukti namun tidak ada pertanggungjawaban terhadapnya,” jelas Emir. JPU Kejati Sumsel masih menunggu salinan lengkap dari putusan hakim dan kemudian akan dibahas bersama untuk menentukan langkah-langkah  selanjutnya. “Selanjutnya kami masih akan berkoordinasi dengan atasan untuk menentukan sikap pada putusan ini,” jelas Emir

 

Sumber: antaranews.com

 

 

 

 

 

.