Kondisi Krisis Migas Tahun 2015

Berita kenaikan tarif tol dalam kota Jakarta 2020
February 19, 2020
Menkop UKM Fasilitasi Pelatihan Usaha Slankers
February 24, 2020

Salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang bergerak di bidang portofolio serta pe­ngelolaan eksplorasi & eks­ploitasi minyak dan gas bumi dan midstream bisnis gas, di sepanjang tahun 2015 telah membukukan pendapatan usaha di angka US$ 1,782 miliar dengan titik nilai keuntungan sebesar US$ 204 juta pada tahun 2015, dengan menggunakan beberapa para­meter,  harga minyak di angka US$ 49,70 per-barel dan harga gas USD 5,92 per mscf dengan  rata-rata kurs di US$ 1 = Rp 13.392.

Seperti yang dikatakan Direktur Utama PHE, R. Gunung Sardjono Hadi “ EBITDA margin PHE sepanjang tahun 2015 berada di 52,49%. Gunung melanjutkan, kinerja yang cukup baik ini dikarenakan andil kerja sama semua insan PHE yang dengan gigih serta inovatif dalam mengelola bisnis migas walau­pun  bisnis migas yang kini dalam situasi dan kondisi cukup berat, dimana harga minyak dunia yang sempat terkoreksi  di bawah angka 30 dolar /barel.

Kondisi kinerja operasi PHE se­lama tahun 2015 bisa dilihat pada pencapaian produksi migas yang mencapai angka 183 MBOEPD di atas target RKAP tahun 2015 adalah 175 MBOEPD. Yang terdiri dari perealisasian produksi mi­nyak di  66.30 MBOPD, dengan target RKAP tahun 2015 se­besar 68.33 MBOEPD. Untuk produksi gas PHE mencapai  678 MMSCFD melebihi tar­get yang dibebankan se­besar 619 MMSCFD. Di se­panjang tahun 2015, PHE juga telah melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 15 su­mur serta telah melakukan pengeboran development sebanyak 44 su­mur.  Dengan kondisi aktivitas seperti ini maka cadangan migas (P1) telah memperoleh tambahan se­besar 36,47 MMBOE.

Menurut Gunung, di te­ngah pelemahan harga minyak mentah dunia, PHE harus memiliki strategi un­tuk bertahan / survive. Dalam kondisi krisis yang terjadi di industri migas saat ini di­ka­takan Gunung memang lebih me­nuntut kesemua pekerja yang berada di sektor migas termasuk juga di PHE untuk bisa berpikir lebih keras, dan lebih cerdas, serta lebih ikhlas. “Jadi tidak hanya sekedar kerja keras saja, tapi juga harus kerja cerdas untuk dapat mencari peluang yang bisa mendapatkan tambahan.” katanya sera­ya lebih menekankan prinsip dapat  lebih meminimalkan biaya untuk bisa menda­pat­kan penerimaan lebih sebesar mung­kin.

Di tengah kondisi efi­siensi, PHE tidak serta merta  melu­pakan persoalan HSSE (Health, Safety, Security, & Environment). “Dikarenakan HSSE adalah suatu aset yang be­sar. Alhamdulillah PHE di tahun 2015 tidak ada fatallity, itu yang seharusnya selalu kita jaga,” ujar­nya.

Dari berbagai Sumber