KPU Bogor gelar Jambore Demokrasi Perempuan Politik

Rekomendasi DPP PKB ke H Kuryana
February 25, 2020
Pemekaran Bogor Raya Akrobat Politik
February 25, 2020

Kegiatan Jambore Demorasi di selenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor karena dinilai cukup serius perihal isu pemberdayaan politik perempuan. “Sekolah Demokrasi Perempuan Politik”, yang digelar di Aula KPU Kabupaten Bogor
Ummi Wahyuni Ketua KPU Kabupaten Bogor, mengatakan, kegiatan Sekolah Demokrasi Perempuan Politik merupakan salah satuusaha dari KPU untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat Kab Bogor, khususnya bagi kaum perempuan. Apalagi pengetahuan perempuan terhadap politik di Kabupaten Bogor, memang dinilai masih sangat rendah.
Ummi Wahyuni menjelaskan“Salah satunya yang jadi ukuran adalah persentase perempuan di legislatif Bogor hanya 5 dari 55 orang anggota dewan. Jadi ini masih sangat rendah,”
Selain bidang legislatif, Ummi juga mempunyai pengalaman terkait perihal keterlibatan perempuan didalam penyelenggaraan pemilihan. Seperti pada Pemilu 2019 lalu, perempuan yang terlibat langsung didalam penyelenggara dari tingkatkan KPU, PPK dan PPS masih dibawah 30 persen. Hal tersebut tentu saja akan menjadi pemikiran, sebab sejak 2003, pemerintah melalui UU telah membuka kran seluas-luasnya perihal kuota perempuan hingga 30 persen.
“Meskipun ada peningkatan, namun sejak adanya UU tersebut, target 30 persen belum pernah tercapai,” tegas Ummi.
Rifqi Ali Mubarok Ketua KPU Provinsi Jawa Barat yang menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sambutan pembukaannya, Rifqi mengapresiasi kegiatan Jambore Demokrasi di KPU Kabupaten Bogor. Soalnya, kegiatan tersebut bisa meningkatkan partisipasi dan pemahaman politik bagi kaum Perempuan di Bogor.
Berdasarkan data yang ada, Rifqi melanjutkan, jumlah pemilih di Jabar memang laki-laki yang paling banyak. Tetapi di Kabupaten Bogor, pengguna hak pilih paling banyak justru perempuan. Sayangnya, tingginya hak pilih perempuan Bogor tidak di imbangi dengan jumlah legislatif perempuan yang terpilih.
“Pemilih perempuan di Bogor cukup potensial sehingga cara untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah dengan cara diadakannya sekolah demokrasi perempuan. Yang nantinya, sekolah politik perempuan ini dapat lebih menguatkan partisipasi perempuan yang hanya terbatas sebagai pemilih saja, tapi bisa lebih berkiprah kepada hal yang lebih baik lagi,” jelas Rifqi.
Rifqi pun mengharapkan sekolah demokrasi perempuan sejak dini, nantinya bisa lebih menguatkan dan dapat meningkatkan keterwakilan lembaga perwakilan yang ada di Bogor maupun di Jabar dalam ajang pesta demokrasi yang akan datang.
Sementara itu, kegiatan Jambore Demokrasi diawali dengan Stadium General dengan membawa tema “Sebuah Tantangan dan Kesempatan Perempuan Dalam Demokrasi Menuju Era Revolusi Industri 4.0”. Pembicara yang hadir padaStadium General adalah, Anggota Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, Bupati Bogor Ade Yasin ,Ketua KPU Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok, Direktur DEEP, Yusfitriadi dan Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni. Untuk peserta, diikuti oleh 40 orang, yang terdiri dari unsur perempuan utusan parpol, organisasi perempuan serta mahasiswa. Kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk Fokus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan partisipasi aktif dari peserta.

Sumber: kpu.go.id