Data terbaru pasien positif Covid-19
March 20, 2020

Peneliti dari South China yang dipimpin oleh Wang Xinghuan yang melakukan penelutian di rumah sakit Zhongnan Hospital menyebutkan kalau orang-orang dengan golongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat perlindungan pribadi seperti menjaga daya tahan tubuh untuk mengurangi ingfeksi. pasien dengan golongan darah A juga perlu menerima pangawasan yang lebih ketat dan lebih intensif.
Sebaliknya untuk orang yang memiliki golongan darah O, bagi orang yang memiliki golongan darah O memiliki resiko yang secara segnifikan lebih rendah untuk penyakit menular dibanding pemilik golongan darah non O.
Hasil penelitian ini dikemukakan setelah tim peneliti mengambil semple darah dari lebih 2 ribu pasien positif COVID-19 di Wuhan dan Shenzhen, China. mereka melakukan pembandingan sample darah pasien yang terjangkit dengan warga yang berada dalam kondisi sehat.
Sayangnya penelitian ini masih tidak berhasil mengungkap gubungan antara golongan darah dan resiko COVID-19. Namun para peneliti mengatakan pengetahuan baru ini merupakan awal dari lebih banyak penelitian lanjutan lainnya.
golongan darah sendiri ditentukan oleh antigen, senyawa pada permukaan sel darah merah yang dapat memicu respon imun. Ahli biologi Austria, Karl Landstiner menemukan golongan darah utama pada 1901 silam dan menamakannya A, B, AB dan O.
Menurut para peneliti, jangan menerima informasi ini mentah-mentah, karena bisa menimbulkan kepanikan untuk para pemilik golongan darah A.
“Jika Anda pemilik golongan darah A, tidak perlu panik. Jika anda pemilik golongan darah O, bukan berarti Anda benar-benar aman dan tidak memperhatikan pedoman yang berlaku”ujar salah seorang peneliti di Zhongnan Hospital