Perbaikan Over Kapasitas Lapas

Konflik Nduga
February 25, 2020
Rekomendasi DPP PKB ke H Kuryana
February 25, 2020

 Salah satu faktor yang menjadi penyebab sering terjadinya kerusuhan dan perkelahian di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) dikarenakan jumlah penghuni Lapas dan Rutan melebihi kapasitas. Meskipun hal tersebut menjadi permasalahan yang klasik, pemerintah masih sulit untuk mengatasinya.

Menyikapi perihal tersebut, maka perlu dilakukan langkah-langkah terobosan, seperti disampaikan oleh Adies Kadir Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI . Adis mengajak kembali pemerintah untuk  serius membahas soal Revisi Undang-Undang (RUU) Pemasyarakatan, yang sebelumnya telah masuk kedalam daftar carry over. Pernyataan ini Adis sampaikan di hadapan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly di saat rapat kerja bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI.”Kami juga menunggu RUU Lapas, mestinya  langsung membahas saja, karena carry over. Apa lagi masalahnya yang ditunggu-tunggu. Kami sudah siap Pak untuk membahasnya, lebih dari siap,” ungkap Adies Kadir di Ruang Rapat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI.

Pembahasan RUU harus dilakukan bersama Pemerintah. sebab itu, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI mendorong Menkum HAM untuk mempersiapkan pembahasan tingkat lanjut RUU Pemasyarakatan.

 

Sebelumnya, menurut Menkum HAM Yasonna Laoly, bila RUU ini disahkan maka dapat mengatasi 40 sampai 59 % over kapasitas lapas. “Pak menteri pernah menyampaikan, kalau RUU Lapas ini selesai, 40 sampai 50 % over kapasitas bisa teratasi,” ujar Adies Kadir.

Menurutnya, masalah over kapasitas lapas seharusnya menjadi prioritas Menkum HAM. “Jadi kalau memang ada kesempatan pertama kita bahas saja ini pak, karena memang kalau hal ini bisa lebih memperbaiki lapas mengurangi over kapasitas  kita seharusnya membahasnya terlebih dulu,” jelas Adies.

Ditegaskan pulan oleh politisi Golkar ini, overkapasitas lapas memang selalu menjadi masalah klasik dari tahun ke tahun. “Periode saya lima tahun kemarin, bahkan sebelum itu sudah ada, itu selalu menjadi masalah. Walaupun di periode Pak Yasonna ini, kita pun harus bisa memberikan apresiasi bahwa keinginan untuk memperbaiki lapas itu ada, cuma masih terkesan agak lambat.

Sumber: Sindo News